Resmi Menjadi Tipe A, Kinerja Polda Sulut dan Jajaranya Dituntut Lebih Baik Lagi

By: Manoppo verdinand

 

Waka Polri Komjen Pol Budi Gunawan mengukuhkan sekaligus menyerahkan langsung Pataka Polda Sulut Sarwa Bhrata Eka (Bintang Dua) kepada Kapolda Sulut, Irjen Pol Wilmar Marpaung. (foto: ist)

Waka Polri Komjen Pol Budi Gunawan mengukuhkan sekaligus menyerahkan langsung Pataka Polda Sulut Sarwa Bhrata Eka (Bintang Dua) kepada Kapolda Sulut, Irjen Pol Wilmar Marpaung. (foto: ist)

Manado, SulutExpress.com-Senin (22/08/2016), Polda Sulut secara resmi berubah status dari Polda tipe B menjadi Polda tipe A. Bertempat di halaman upacara Mapolda Sulut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Waka Polri) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan mengukuhkan sekaligus menyerahkan langsung Pataka Polda Sulut Sarwa Bhrata Eka (Bintang Dua) kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)Sulawesi Utara Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Wilmar Marpaung.

Upacara pengukuhan Polda Sulut menjadi tipe A ini diikuti oleh seluruh personil Mapolda Sulut dan dihadiri juga oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan seluruh Forkopimda Sulut, Forkopimda Kabupaten/Kota, beberapa pejabat utama Mabes Polri, para pejabat utama Polda Sulut serta para tamu undangan.

Dijelaskan Wakapolri Kenaikan tipe A Polda Sulut dilatarbelakangi perkembangan kondisi lingkungan strategis serta untuk memenuhi harapan dan keinginan masyarakat Sulut agar kinerja Polda Sulut dan jajaran semakin profesional, modern dan dipercaya masyarakat.

 Kapolda Sulut, Irjen Pol Wilmar Marpaung memegang Pataka Polda Sulut Sarwa Bhrata Eka (Bintang Dua) di halaman upacara Mapolda Sulut. (foto: ist)

Kapolda Sulut, Irjen Pol Wilmar Marpaung memegang Pataka Polda Sulut Sarwa Bhrata Eka (Bintang Dua) di halaman upacara Mapolda Sulut. (foto: ist)

Menurutnya, ada beberapa parameter peningkatan Polda Sulut ke tipe A yaitu berdasarkan aspek geografis, dimana Sulawesi Utara terletak di ujung utara NKRI yang berperan sebagai pembatas antara Indonesia dan Pilipina, yang memiliki 11 pulau terluar.

Berdasarkan aspek demografi, laju pertambahan penduduk yang semakin tinggi, maka diperlukan penambahan personil Polri untuk memenuhi rasio perbandingan polisi dan masyarakat.

Berdasarkan aspek perekonomian, adanya kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan, transportasi dan telekomunikasi yang berdampak pada peningkatan terjadinya dimensi kejahatan di bidang ekonomi.

Jendral bintang tiga ini melanjutkan, berdasarkan aspek keamanan, Sulut sangat rentan terjadi berbagai jenis kejahatan konvensional, transnasional, kejahatan yang merugikan kekayaan negara serta kejahatan yang berpotensi kontijensi. Dan berdasarkan aspek tata kelola pemerintahan, terdapat pemekaran 4 kota dan 11 kabupaten.

“Dengan peningkatan tipe Polda Sulut, dituntut adanya peningkatan kinerja dan pelayanan Polda Sulut dan jajaran untuk menjadi lebih baik, lebih mudah dan lebih cepat untuk diakses oleh masyarakat,” tandas Waka Polri.

Kapolda Sulut, Irjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH dan Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Drs. Sutrisno Yudi Hermawan. (foto: ist)

Kapolda Sulut, Irjen Pol Drs. Wilmar Marpaung, SH dan Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Drs. Sutrisno Yudi Hermawan. (foto: ist)

“Peningkatan tipe harus juga disertai dengan kesiapan seluruh jajaran polda sulut dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan tugas kedepan yang semakin berat dan kompleks seperti meningkatnya tindak pidana perompakan, human traffiking, narkoba, terorisme, illegal fishing, penyelundupan orang dan kejahatan transnasional lainnya,” lanjutnya.

Kepada seluruh personil Polri yang ada di Sulawesi Utara, Waka Polri berpesan agar tingkatkan soliditas seluruh jajaran Polda Sulut, laksanakan dan optimalkan program prioritas Kapolri yaitu Promoter, segera tuntaskan kasus-kasus yang menonjol yang menyita perhatian masyarakat, dukung dan kawal kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah, tingkatkan sinergitas polisionil yang baik antara Polri dan jajaran pamerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat serta implementasikan program polisi sebagai penggerak revolusi mental dan tertib sosial di ruang publik. (bob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top