Jemmy Kumendong: Saat ini Persaingan Sangat Ketat Antara Media Cetak dan Media Bersifat Digital

By: ronald sondakh

SULUT, sulutexpress.com-Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Dr Jemmy Kumendong MSi kepada awak media diruang Tumbelaka kantor Gubernur mengungkapkan mengenai peran media dan peran pers bagi pemerintah, Kamis (06/01/2018).

Kumendong mengatakan terkait acara Dinas Kominfo, Informatika, Persedian dan Statis Daerah bahwa peran pers saat ini sangat krusial karena pemerintah daerah sangat giat melakukan pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan.

“Sebab bagaimana mungkin nanti masyarakat mengetahui pemerintahan dan pembangunan sedang giat lancar dilaksanakan oleh pemerintah apabila pers tidak membantu mensosialisasikan itu kepada masyarakat tambah Kumendong,” ujar Kumendong.

Karena itulah menurut Kumendong peran pers saat ini sangat krusial dan di era digitalsasi saat ini terjadi persaingan yang sangat ketat antara media yang sifatnya digital dan media yang sifatnya konvensional seperti media cetak.

“Media cetak harus pinter pinter menyesuaikan diri, harus mampu melakukan perubahan-perubahan terutama bangsa pasar, selera pasar dan manajemen karena kalau tidak banyak media cetak itu ditutup,” kata Kumendong.

Lanjut Kumendong, sekarang memang era digital media-media online tumbuh bagai ladang jamur tetapi yang harus diwaspadai pada saat ini ada begitu banyak berita-berita yang sifatnya tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik dan kemudian berita-berita yang sifatnya hoax.

“Mari semua kita menangkal berita-berita yang sifatnya seperti itu supaya memberikan edukasi dan menjadi pers yang bertanggung jawab terhadap masyarakat,” ajak Kumendong.

Kumendong juga mengatakan salah satu senjata penangkal berita-berita hoax adalah undang-undang yang diberlakukan saat ini, undang-undang pers.

“Dimana kalau menyebarkan berita-berita yang sifatnya hoax ada hukuman yang bisa dikenakan pada yang menyebarkan itu,” pungkas Kumendong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top