Ketua Rajawali: Pilihan Dan Keputusan Sudah Diambil GSVL, Mari Kita Hormati!

By: Manoppo verdinand

Ketua Rajawali Maikel Towoliu SH

MAKASAR, sulutexpress.com-“Pindahnya GSVL dari partai Demokrat ke Nasdem adalah merupakan hak beliau untuk memilih dan mengambil suatu keputusan soal “payung” apa yang akan digunakan jelang Pilpres 2019.”

Hal ini disampaikan Ketua Rajawali Maikel Towoliu di Makasar beberapa waktu lalu saat diwawancarai wartawan sulutexpress.com terkait keputusan dan pilihan GSVL tersebut, Jumat (28/09/2018).

Ketua Rajawali menegaskan bahwa semua anak bangsa di negeri ini, memiliki hak yang sama dalam menentukan sikap politik.

Memang tak dipungkiri, kerap pilihan dan keputusan yang diambil seorang pemimpin kadang kurang dipahami orang lain. Apalagi jika mendengar pendapat orang yang nyata-nyata bersebrangan.

“Kalo itu wajar saja, 1000 kebaikan yang dilakukan GSVL pasti 1001 yang dianggap salah. Maksud saya, tak ada gunanya menjelaskan kepada mereka itu, sebab apapun yang akan disampaikan, pasti hal negatifnya yang dipikirkan terlebih dahulu,” ujar Maikel.

Lanjutnya, sesuai janji pada pilwako lalu, bahwa tim Rajawali akan mengawal GSVL bukan hanya sampai pada pemilihan walikota saja, tapi akan tetap mengawal sampai akhir masa jabatannya sebagai Walikota Manado.

“Bukan hanya pimpinan, pengikutnya pun demikian. Tak heran bila pilihan dan keputusan seorang pemimpin, sudah selayaknya diamankan pengikutnya,”kata Maikel.

“Slogan sudah jelas, kesetiaan adalah kehormatan tertinggi bagi seorang prajurit sejati, di mana prajurit sejati hanya mengabdi kepada satu tuan,” tandas Maikel.

Maikel pun menegaskan agar kita menghormati keputusan dan pilihan GSVL tersebut karena hal itu merupakan hak dari GSVL.

“Sekali lagi, pilihan dan keputusan sudah diambil GSVL dan itu hak beliau, marilah kita hormati bersama,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai maraknya isu di medsos dimana keputusan GVSL pindah ke Nasdem dikait-kaitkan dengan masalah hukum yg sedang dihadapi GVSL saat ini, Maikel dengan tegas mengatakan proses politik jangan dikaitkan dengan hukum karena menurut sarjana hukum ini bahwa politik dan hukum itu sangat berbeda. Ditarik garis lurus sejajar pun tidak akan pernah bertemu.

“Persepsi khalayak ramai bisa saja berbeda beda yang pastinya akan timbul pro dan kontra, namun itu hal biasa terjadi dan kita harus menghormati keputusan GVSL,”ungkapnya.

“Akan tetapi, tim Rajawali tetap mencermati kondisi ini termasuk riak riak yang ditimbulkan terutama kesan yang mengarah ke provokatif,” ungkap Maikel.

Diketahui, GVSL dipanggil Kejagung RI sebagai saksi, terkait dana bencana tahun 2014. mengenai hal tersebut Maikel menjelaskan bahwa setahu dirinya, anggaran bantuan dana bencana 2014 itu, proses akhirnya setelah GSVL melepaskan jabatan sebagai walikota.

“Kalo tidak salah info, memang bunyinya anggaran bencana 2014, tetapi proses lelang sampai pelaksanaan, dilakukan ketika GSVL tidak menjabat lagi sebagai walikota. Beliau lepas jabatan pada tanggal 8 Desember 2015, di mana setelah itu proses baru dijalankan. Kemudian, pilwako manado jatuh pada tanggal 9 Februari 2016. Setelah itu masih ada lagi proses 3 bulan baru dilantik. Pelantikan kalo tidak salah pada bulan Mei 2016,” ungkapnya.

Karena itulah apapun yang terjadi saat ini, semua berproses sesuatu aturan dan tidak ada seorang pun di negeri ini yang tidak taat dengan aturan.

“GSVL itu adalah salah seorang warga yang taat akan hukum. Buktinya, berbagai persoalan mendera lalu tetap dihadapi. Contohnya, semua panggilan baik polisi hingga pengadilan, GSVL tetap hadir. Saya yakin, di mana pun GSVL berpijak, beliau pasti taat aturan. Kalian liat saja nanti,” tegas Maikel.

Diakhir wawancara Maikel mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini, GSVL akan memberikan pernyataan resmi melalui media massa. (ver)

9 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top