Menuju New Normal, BKPP Minut Terapkan Absensi ASN Berbasis Android

MINUT, sulutexpress.com – Dalam rangka menuju penerapan tatanan kehidupan baru (new normal), Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) segera menerapkan absensi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis android.

Inovasi ini dilakukan BKPP dalam rangka mencegah dan meminimalisir penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di jajaran ASN Kabupaten Minut.

Kepala BKPP Kabupaten Minut Styvi Sem Watupongoh

Menurut Kepala BKPP Kabupaten Minut, Styvi Sem Watupongoh, untuk menuju tatanan new normal pastinya fingerprint, absen online, akan diberlakukan kembali, tapi juga harus menjaga social distancing dan physical distancing.

“Begini, kalau kita pakai fingerprint ada peluang menggunakan tangan secara bergantian, takutnya nanti ada yang terkontaminasi ditengah pandemi wabah covid-19 ini, mencegah itu BKPP Minut telah menurunkan tim untuk membagikan semacam alat yang akan dipasang di kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing, dengan alat tersebut ASN bisa melakukan absensi melalui handphone (HP) android, jadi ada aplikasi untuk melakukan absen dari HP masing-masing, tentunya juga dia harus berada di lingkungan kantor minimal jarak 10 meter dari alat tersebut sehingga menunjukkan lokasi dari orang ini, makanya dia tidak bisa mengelabui,” terang Watupungoh kepada Wartawan Sulutexpress.com, Jumat (26/6/2020), di ruang kerjanya.

Terkait itu, lanjut dia, dalam waktu dekat seluruh ASN Pemkab Minut akan melakukan perekaman kembali sesuai dengan androidnya masing-masing.

“Fungsi perekaman itu bisa melalui perekaman jari tangan atau wajah yang bersangkutan, pada intinya kita tetap mengutamakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa alat tersebut sudah ada dimana BKPP Minut telah bekerja sama dengan pihak ketiga, artinya pihak ketiga ini sudah menyiapkan alat tersebut untuk dipasang di SKPD masing-masing.

“Apalagi sampai saat ini kita masih menggunakan alat fingerprint, maka dari itu untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 kita berusaha mencari inovasi, jadi setelah kita bertemu dengan pihak ketiga ternyata kita mengetahui bahwa ada alat tersebut, intinya absen online tapi menggunakan HP android masing-masing,” pungkasnya.

(Egen)

 177 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *