Imbas Pengusutan Tipikor Mandeg MJKS Sebut Kajari Manado ‘Pesolek’

Manado, sulutexpress.com (04-08-2022) -Penanganan beberapa kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri Manado, yang diduga ‘jalan ditempat’, rupanya menarik perhatian para pegiat anti korupsi di Sulawesi Utara. Salah satunya datang dari LSM Anti Korupsi MJKS.

Mendapati ‘mandegnya’ penuntasan beberapa perkara besar yang saat ini tengah di usut, dan seperti tidak ada ujungnya, membuat ketua LSM MJKS, Stenly Towoliu angkat bicara.

“Kejari Manado sejak di nahkodhai oleh seorang wanita, terkesan hanya menjadi ‘Pesolek’, tanpa ada rekam jejak yang berarti” sindir Towoliu.

Katanya, sudah hampir 3 tahun korps baju coklat yang berkantor dibilangan sario ini, tidak terdengar gaungnya lagi.

“Kejari Manado seperti macan ompong, tidak mampu menangkap para pengemplang uang negara” celotehnya lagi.

Towoliu dengan tegas meminta Kajari Manado, tidak usah malu mengakui ketidak mampuannya dalam menuntaskan kasus dugaan tipikor.

Seingat Towoliu, Kajari didepan awak media bertutur, pernah mengusut perkara tipikor yang nilainya bombastis.

“Kalau tidak salah ingat ini di ucapkan waktu ada kegiatan di Pemkot Manado, saya takutnya ini hanya “intrik” untuk menakut-nakuti saja” kata pria yang terkenal vokal ini.

Bahkan Towoliu sampai membandingkan Kejari Manado dengan Kejari lain di Sulut.

“Saya salut dengan Kejari Kotamobagu, belum lama memiliki nahkoda baru tapi sudah berhasil membongkar bahkan menahan terduga korupsi” ungkapnya.

Seharusnya Kajari Manado malu atau setidaknya mencontoh Kajari Kotamobagu.

“Saya rasa Kajari Manado lebih senior dari Kajari Kotamobagu, tapi kalau tidak ‘malu’ mencontohlah sama juniornya di Kotamobagu” kuliknya.

Ironinya, perkara korupsi yang ada saja tidak selesai, Kejari Manado malah asik melakukan MoU dengan pihak Pemkot Manado.

“Miris penuntasan kasus korupsi nihil, justru Kajari ‘Bermesraan’ dengan Pemkot Manado, dalam hal ini MoU dengan Dinas Perkim”. ujar pria yang membongkar beberapa kasus besar di Sulut ini.

Towoliu juga menyindir pengusutan kasus tipikor pengadaan ikan kaleng, konon angkanya mencapai Rp 27 M.

“Mudah-mudahan ini jadi produk bukan kaleng-kalengnya Kajari, kami menunggu hasil akhir dari kerja nyata Kajari Manado”.ujarnya

Sebagaimana diketahui, saat ini Kejari Manado tengah mengusut kasus dugaan tipikor:

  1. Tipikor Pengadaan Incenerator
  2. Kasus Dewan Manado
  3. Tipikor Pengadaan Masker
    dan yang terbaru tipikor pengadaan ikan kaleng.(can)

 230 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *