Tatap Muka Bersama Camat dan Hukum Tua di Kecamatan Kauditan, Pjs Bupati Clay Apresiasi dan Ingatkan Ini…
MINUT, sulutexpress.com – Sebagai lini terdepan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), keberadaan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa patut diapresiasi tinggi.
Seperti diutarakan Pjs Bupati Minut, Clay June H Dondokambey SSTP MAP, turun langsung bertatap muka dan berdialog dengan Camat Kauditan bersama jajarannya dan para Hukum Tua serta Perangkat Desa di Kecamatan Kauditan.
Turut mendampingi Pjs Bupati Clay, Ketua TP PKK Kabupaten Minut, ibu Sylvia Anita Dondokambey Tambelu ST, Sekdakab Jemmy Kuhu dan Kaban Kesbangpol Forsman Dandel. Kegiatan ini digelar di kantor Hukum Tua Desa Treman, Kauditan, Minut, Sabtu (10/10/2020).

Sebelumnya, Camat Kauditan melaporkan, untuk Kecamatan Kauditan terdiri dari 12 Desa meliputi Kaasar, Kaima, Karegesan, Kauditan Dua, Kauditan Satu, Kawiley, Lembean, Paslaten, Treman, Tumaluntung, Watudambo, dan Watudambo Dua, juga terdapat 135 jaga (kepala wilayah).
“Jadi perangkat Desa yang ada di Kecamatan Kauditan kira-kira berjumlah 253 orang,” urai Camat.
Sementara itu, dalam sambutannya, Pjs Bupati Clay Dondokambey terkenang masa dulu saat dia pernah menginap di Desa Treman, bahkan sampai saat ini dirinya belum melupakan pengalaman tersebut dan dia patut berbangga.
“Secara pribadi mengulang pengalaman saya waktu di Desa Treman itu sekitar 15 tahun lalu, saya pernah tidur di Balai Desa karena waktu itu ada kegiatan sekolah, selain itu juga ada agenda Pemuda GMIM dan dari situ saya berbangga, tapi kebanggaan itu bukan menjadi alasan untuk sombong melainkan memotivasi saya, nah hal itu yang saya harapkan kepada bapak, ibu yang hadir disini, untuk kita bekerja bersama-sama,” tutur Clay.

Diungkapkannya, hampir dua minggu dia bertugas mengisi roda pemerintahan di Kabupaten Minut, karena Bupati dan Wakil Bupati sementara cuti untuk mengikuti kontestasi Pilkada tahun 2020.
“Saya membuka hal ini dengan koordinasi dan komunikasi karena itu modal utama kita melaksanakan tugas, karena tanpa koordinasi dan komunikasi, rasanya apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan, dan apa yang harus kita lakukan, jika tidak terkomunikasikan dengan baik maka bisa saja diartikan dengan pandangan atau sudut pandang yang berbeda,” ujarnya.
Dalam menjalankan roda pemerintahan, Dondokambey mengingatkan enam tugas selama menjadi Pjs Bupati Minut dan tiga diantaranya sangat normatif sebagai fungsi-fungsi seorang Kepala Pemerintahan menyangkut tugas dan pokok wajib yang harus dikakukan secara administratif.
“Yang bersentuhan langsung dengan bapak, ibu, dan rekan-rekan yang ada di unsur pelayanan masyarakat ada tiga yaitu :
Menjaga stabilitas keamanan ketertiban,
memfasilitasi terlaksananya pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang aman dan tertib.
Sebagai kepala satuan tugas
Penanggulangan Covid 19 di tingkat Kabupaten.
Dari ketiga tugas ini dalam beberapa kesempatan baik acara pemerintahan, acara sosial kemasyarakatan, selalu saya ingat- ingatkan,” jelas Clay.
“Edukasi itu masih perlu dilakukan, tentang menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan (4 M), karena masih saja ada yang cuek dan tidak mau tahu dengan penanggulangan covid ini, maka diingatkan lagi bahwa kita ini teladan, mulai dari cara bertutur, cara bersikap, cara berpakaian termasuk sekarang harus pakai masker,” imbaunya.
“Dalam merealisasikan tiga tugas ini kiranya berusaha memberi rasa percaya diri kepada seluruh Jajaran Pemkab Minut, mulai dari kami sampai Kecamatan dan Desa, rasa percaya diri sebagai aparat mengawal roda pemerintahan bahwa kita punya tugas dan kewenangan untuk mengatur masyarakat yang kita pimpin, dalam tanda kutip ada larangan dan sangsi jika kita melanggar Undang- Undang yang berlaku dan itu wajib tapi juga percaya diri penting,” ingatnya.

Clay juga mengingatkan pentingnya memiliki rasa tanggung jawab kepada seluruh jajaran Pemkab Minut baik di tingkat Kabupaten lalu turun di Kecamatan dan Desa.
“Artinya kita punya tanggung jawab mengawal roda pemerintahan, tentu didalamnya kita tidak bekerja sendiri sehingga kita ditopang dengan legislatif dan yudikatif, kalau Kecamatan ada teman-teman sekerja seperti Kapolsek, Danramil, BKSAUA, begitu juga di Desa ada tokoh-tokoh agama, masyarakat, dan lain sebagainya, oleh sebab itu anda-anda ditopang, karena sehebat apapun kita akan butuh dukungan dari orang lain, sehingga kepercayaan diri harus ada dan harus fleksibel dengan kondisi yang ada,” terangnya.
“Selanjutnya kita kembali mengoptimalkan pelayanan dan pengabdian. Saya sampaikan kepada bapak dan ibu bahwa kita ini orang biasa, tapi kalau kita luar biasa berarti kita itu bekerja luar biasa juga,” sambungnya.
“Dan karena kita luar biasa maka masyarakat banyak menggantung harapan kepada kita apalagi banyak harapan masyarakat yang belum terwujud, makanya ada perangkat yang ada,” tambah Clay.

Sehubungan dengan itu, Dondokambey mengapresiasi seluruh jajaran yang ada baik Perangkat Kecamatan dan Perangkat Desa.
“Untuk itu saya mengapresiasi keberadaan perangkat yang ada,” katanya.
Pada Kesempatan tersebut, Clay mengingatkan kembali tentang begitu besar kepercayaan yang didambakan oleh masyarakat terhadap keberadaan Perangkat yang ada di Kecamatan maupun yang ada di Desa.
“Peganglah pedoman, peganglah amanat bahwa banyak masyarakat yang menggantungkan harapan kepada bapak dan ibu Hukum Tua dan seluruh perangkat, jangan berpikir bahwa yang kita lakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri atau dengan keluarga tetapi sebenarnya yang kita lakukan adalah untuk masyarakat yang kita pimpin karena mereka betul-betul bergantung kepada kita,” pintanya.
Dilanjutkannya, ini hanya sebuah kepercayaan hanya soal waktu didalamnya, ada berapa banyak yang bisa dilakukan dengan waktu yang diembani untuk memenuhi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Jangan karena merasa diri hebat kemudian kita memandang remeh masyarakat atau orang yang datang meminta pelayanan kepada kita, karena suatu ketika kita pun akan butuh bantuan, butuh support, bahkan butuh pertolongan dari orang lain,” ujarnya.
Clay pun menitipkan pesan yang disampaikan Pjs Gubernur Sulut, Dr Drs Agus Fatoni MSi, ketika dirinya mengikuti Rapat Kerja (Raker) bersama Pjs Gubernur, Bupati dan Walikota se-Provinsi Sulut, belum lama ini.
“Ada tiga hal yang ditekankan pak Gubernur dalam raker tersebut, yang pertama penanggulangan covid, kedua kesiap siagaan Pemilukada, dan ketiga tentang penguatan ekonomi pasca covid,” bebernya.
Selain itu, Clay mengingatkan kepada para Hukum Tua soal Daftar Pemilih Sementara (DPS).
“Masih banyak masyarakat yang belum terakomodir terkait DPS, saya minta Hukum Tua perhatikan itu, jangan ada yang melihat itu pandang bulu, saya ingatkan soal netralitas dan jangan ada yang bermain api sanksi menanti, apalagi para Pj. Hukum Tua yang berstatus ASN, ada Undang Undang Kepegawaian,” imbaunya.
Dalam pelaksanaan tugas, Clay pun mengetahui ada dinamika mulai dari yang manis, pahit, asam, asin, semua dirasakan di tengah-tengah masyarakat.
“Bahkan terkadang harus dengan korban perasaan, tetapi kita semua yakin segala hal kita dahului dengan doa dan syukur kepada Tuhan. Artinya kita memegang Tuhan sebagai kendali utama dalam kehidupan,” ucapnya.
Adapun dalam kegiatan tersebut, Pjs Bupati Clay melakukan foto bersama Camat Kauditan, Jajaran Pemerintah Kecamatan Kauditan, Para Hukum Tua dan Perangkat Desa di Kecamatan Kauditan.
(Egen)
![]()

