Diduga Ada Permufakatan Jahat untuk Merusak Nama Baik Gubernur

Manado, sulutexpress.com, Sabtu (28/06/2025) – Menang atau kalah dalam proses lelang pekerjaan atau tender proyek di pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, adalah hal yang sangat lumrah terjadi.

Namun yang memprihatinkan, kekalahan dalam proses tender tersebut kerap kali memicu spekulasi negatif yang dapat menyesatkan opini publik, bahkan merugikan citra pemerintahan dan pemimpin daerah.

Fenomena serupa kini mulai mencuat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut), menyusul beredarnya isu-isu tak berdasar yang menyeret nama Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK).

Gubernur YSK yang selama ini dikenal tegas dan berkomitmen tinggi dalam menegakkan supremasi hukum, khususnya dalam pemberantasan korupsi, kini mulai diganggu dengan isu miring yang diduga sengaja dimunculkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Saya menduga kuat mulai ada permufakatan jahat yang tujuannya jelas: ingin merusak nama baik Gubernur dan keluarganya,” tegas Ketua Tim Rajawali, Michael Towoliu, SH, kepada sejumlah awak media.

Menurut Michael, yang akrab disapa Mito, proses kekalahan dalam tender adalah hal yang wajar. Karena itu, ia meminta agar semua pihak bisa bersikap dewasa dan tidak gegabah menyebarkan tudingan ke publik.

“Saya terpaksa bicara karena pola tudingan ini sudah mulai tak sehat. Hari ini menyerang Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas), besok menyeret nama YSK dan keluarganya, lalu bisa-bisa berikutnya ke partai yang mengusung YSK. Kenapa tidak bisa menerima kekalahan dengan lapang dada, malah menyebarkan isu sesat?” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam jika ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja mencoba merusak reputasi Gubernur YSK yang dinilainya sebagai pemimpin yang jujur, berwibawa, dan konsisten dalam menata pemerintahan bersih.

“YSK tidak pernah sekalipun memberikan arahan atau petunjuk kepada Barjas soal pelelangan proyek. Jadi kalau ada yang mengait-ngaitkan beliau dan keluarganya dalam urusan proyek, itu fitnah keji,” tegas Mito.

Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap seorang pemimpin adalah sesuatu yang mahal dan harus dijaga. Karena itu, Mito menyerukan agar siapa pun yang merasa kecewa tidak menjadikan pemimpin di Sulut sebagai sasaran pelampiasan.

Hal ini mencuat ketika beberapa proyek mulai memasuki tahapan tender di Barjas Setprov Sulut. Yang sangat disesalkan, tahapan tender itu mulai disusupi dengan isu negatif dan mengarah ke YSK dan Keluarganya.

Karenanya, kondisi ini jangan sampai dibiarkan berlarut larut. Jangan sampai masyarakat ikut digiring dengan info info menyesatkan itu.

“Kami sebagai salah satu tim pendukung setia YSK, tidak bisa menerima jika ada yang mencoba coba sengaja merusak figur YSK di mata rakyat, apalagi isu isu itu tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tandas Mito. (TIm/SE)

 914 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *