Rektor UNSRAT Support Ketahanan Pangan Gubernur YSK, 70 Dosen dan 334 Sarjana Disiapkan

Manado, sulutexpress.com, Kamis (03/07/2025) — Dalam rangka membangun ketahanan pangan dan memperkuat sistem gizi nasional, Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) menunjukkan komitmennya dengan mendukung penuh program Gubernur YSK
melalui Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Komitmen itu disampaikan Rektor UNSRAT Prof.Dr. Ir, Oktovian B. A. Sompie, MEng, IPU, ASEAN Eng, saat melakukan kunjungannya bersama rombongan ke Rindam XIII Merdeka, Kinilow, Tomohon, Kamis (3/7/2025).

Dalam kesempatan itu, Rektor UNSRAT Prof.Dr. Ir, Oktovian B. A. Sompie, MEng, secara simbolis melepas 70 dosen dari Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan untuk menjadi instruktur utama dalam pelatihan SPPI yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), bekerja sama dengan Kodam XIII Merdeka sebagai pelaksana di wilayah Sulawesi Utara.

Rektor UNSRAT Prof.Dr. Ir, Oktovian B. A. Sompie, MEng saat melakukan kunjungan di Rindam XII Merdeka, Kinilow, Tomohon

Keterlibatan UNSRAT dalam program nasional maupun Gubernur YSK, bukan sekadar formalitas. Dengan mengirimkan tenaga pengajar terbaik di bidang Pangan dan Gizi, Agrosistem Agribisnis, Pertanian, Perikanan, dan Peternakan, UNSRAT ingin memastikan bahwa peserta SPPI mendapatkan pembekalan ilmu yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif, sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Sebanyak 334 sarjana, mayoritas alumni UNSRAT, saat ini mengikuti pelatihan intensif yang mencakup dua dimensi utama: pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) dan pelatihan manajerial berbasis lapangan.

Mereka adalah bagian dari Batch 3 SPPI yang disiapkan untuk menjadi ujung tombak pembangunan di daerah-daerah terpencil, rawan gizi, dan kurang sentuhan layanan dasar pemerintah.

Mereka adalah bagian dari Batch 3 SPPI yang disiapkan untuk menjadi ujung tombak pembangunan di daerah-daerah terpencil, rawan gizi, dan kurang sentuhan layanan dasar pemerintah.

SPPI bukan sekadar program pelatihan biasa. Ini adalah program strategis yang menjadi bagian dari Grand Design Pemerintah RI bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi melalui pendekatan berbasis komunitas.

Setiap peserta SPPI akan ditugaskan menjadi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah penempatannya.

Mereka akan memimpin langsung program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan nasional untuk menjamin terpenuhinya gizi anak-anak Indonesia.

“Ini bukan sekadar penugasan administratif. Ini adalah panggilan kemanusiaan dan pengabdian kepada negara,” tegas Rektor UNSRAT Prof.Dr. Ir, Oktovian B. A. Sompie, MEng, dalam sambutannya di hadapan para dosen dan peserta pelatihan.

Ia menambahkan, peran universitas kini harus lebih dari sekadar mencetak lulusan. Universitas harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan nyata di masyarakat.

Keputusan UNSRAT menurunkan 70 dosennya juga menjadi cermin sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan pembangunan nasional.

Para dosen ini tak hanya menyampaikan materi, tapi juga mendampingi, membentuk karakter, dan menjadi role model bagi para peserta.

Sebagian dari mereka bahkan mengikuti pelatihan lapangan untuk menyelami langsung konteks daerah tujuan penempatan SPPI. (SE/**)

 3,741 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *